|
ESTAFET BARU DARI RAJA "SI KULIT BUNDAR" Benny Patty Dheo
Jika liga atau kompetisi besar dibangun atas dasar profit dan prestise, lain hal dengan kompetisi lokal kedaerahan, lintas kabupaten yang lebih dibangun atas dasar persaudaraan, kekeluargaan yang rekreatif tetapi partisipatif.
Sebagai misal, kompetisi Copa Florete di penghujung 2007 lalu, dan kontinyuitas pelaksanaan Eltari Memorial Cup selama ini. Ada catatan baru dan menambah historikal persepakbolaan Ngada ketika Persatuan Sepak Bola Ngada - PSN Jakarta membawa pulang trofi juara dari ajang kompetisi Copa Florete I 2007 belum lama ini. Tak perlu dibicarakan lagi bahwa Ngada selalu selangkah lebih maju, selalu di barisan terdepan kalau menyangkut bola. Sedari kecil, semua orang Flores dengan sendirinya mengetahui, kalau raja si kulit bundar di daratan Flores adalah Orang Ngada - Ata Ngada. Namun demikian, sangat jarang kalau "Ata Ngada" sangat mengagungkan, atau bersikap arogan kalau gelar jawara bola sepak itu berada di atas kepala mereka. Yang ada hanya rasa syukur atas keberhasilan dan juga bakat ketrampilan yang seperti terbawa sedari lahir. Tidak lebih.
Ketua Umum PSN Jakarta, Benny Patty Dheo pun menegaskan hal itu. Menurutnya, persepakbolahan di daratan Flores itu telah beralih dan merata. "Dulu Ngada selalu juara, tetapi saat ini sudah merata. Juara Eltari selalu bergilir," kata Alumni FIA dan Pasca Sarjana FH Unika Atma Jaya Jakarta itu.
Akan tetapi, jika diperhatikan secara saksama, hampir di setiap daerah, lazimnya kabupaten di NTT, kesebelasan bola sepak tidak luput dari putra Ngada. Apakah satu atau dua orang pemain, itu tidak penting. Yang jelas, putra Ngada hampir terwakili di setiap kesebelasan kabupaten manapun.
Namun Benny menilai, untuk sebuah team bola sepak, nomor satu adalah pengorbanan atas dasar persaudaraan. Kemenangan tidak secara total menjadi tujuan akhir. "Kalau mau menang dalam bertanding, harus ada yang mendukung baik moril maupun materi. Itu butuh pengorbanan, bukan banyak wacana tetapi action," tukas Benny yang juga menjabat Staf Ahli Politik Dalam Negeri pada sebuah Lembaga Non Departemen.
Action menurut Benny adalah, dari sisi donasi baik oleh pemain maupun ofisial, donatur, dan suporter. Donasi yang harus ditunjukkan pemain adalah komitmen menerima kepercayaan dari PSN Jakarta untuk bertempur di lapangan, dengan menjalankan persiapan sebaik mungkin, dari latihan rutin, dan manajemen diri yang baik. "Kalau malas latihan, bergadang, ya jangan harap mau menang. Tetapi mereka juga harus diberi kepercayaan penuh untuk bermain tanpa ada tekanan, pelatih sekalipun," kata Benny.
Kemudian, donasi dari semua masyarakat Ngada (Jakarta). Dengan sumbangan materi sekecil apapun, kata Benny, itu merupakan wujud partisipasi dan rasa tanggung jawab moril sebagai "Ata Ngada" dalam sebuah kesatuan penuh rasa persaudaraan. Pada intinya, persaudaraan dan rasa kekeluargaan berada di atas semuanya. Kemenangan hanya sebagai indikator penunjang dalam meraih rasa itu, persaudaraan sebagai anak rantau.
Pada akhirnya, PSN Jakarta pun meraih kemenangan pertama dalam Copa Florete I 2007 lalu. Mental juara didukung kerjasama dan saling pengertian antara suporter, jajaran manajer dan pemain, serta persiapan matang adalah indikator bagi sang juara. PSN Jakarta membuktikan hal itu, dan meraihnya.
PSN Jakarta melihat itu sebagai sebuah anugerah yang patut disyukuri. Dan pada akhirnya mereka mempersembahkan kemenangan itu untuk kemuliaan Pencipta. Dalam sebuah perayaan di Aula Vincentius Putra, Kramat, Jakarta, mereka mengucap syukur, "Deo Gratias, Dhedhi Mani Ngia Dewa."
Namun perlu dicatat, ancaman pun dikumandangkan oleh PSN Jakarta. Bahwa untuk tahun ini, mereka akan merayakan syukuran kemenangan yang sama. Artinya, PSN akan mempertahankan posisinya sebagai juara bertahan Copa Florete. Perdana untuk selanjutnya, bertahan sebagai jawara. Dengan demikian estafet baru sebagai raja si kulit bundar kian melekat pada PSN Jakarta.
Namun untuk mewujudkan hal itu, ada pesan buat "Ata Ngada", tidak hanya karena kemenangan dari ajang bola sepak, tetapi dalam tugas dan karya nyata ke depan, baik di kampung halaman atau di tanah rantau, baik generasi sekarang, maupun yang akan datang.
Pesan itu berujar; "Rukunlah Hidup di Antara Kamu, Muzi Renga-Renga Robha Wengi Zua. Jadikan Ngada dan PSN-nya sebagai New Brand pada setiap generasi dan masa hingga anak cucu berlipat ganda!!" Viva Ngada!! Sandy Romualdus
|