Home » lain-lain » Misterius, Idris Menghilang Usai Mencari Ikan di Tanjung Ra

Pengumuman

Pengumuman

HASIL PENDATAAN TENAGA HONORER LINGKUP PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR SESUAI SURAT EDARAN MENPAN NOMOR 5 TAHUN 2010


 

PENGUMUMAN TH. 2010


Nama-nama yang lulus seleksi


Soccer NTT

Soccer NTT

Banners160X480

Iklan
 
Misterius, Idris Menghilang Usai Mencari Ikan di Tanjung Ra PDF Cetak Email
Ditulis oleh Hans   
Sunday, 07 February 2010 12:31

Ende, NTT Online - Idris Din (67), warga Desa Redodory, Kecamatan Pulau Ende, di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur menghilang secara misterius sejak  Rabu (3/2/2010) lalu setelah ia mencari ikan, di perairan Tanjung Ra, Ende.

Keberadaan korban hingga pencarian di hari ke-4, Sabtu (6/2/2010) belum juga ditemukan oleh pihak keluarganya.

Pencarian telah dilakukan hingga hari ketiga (Jumat) dengan enam perahu motor, tapi belum membuahkan hasil. "Kami masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini, dan keponakan korban,Yamani Musa juga kami amankan untuk menghindari kemungkinan terjadi kesalahpahaman dengan pihak keluarga korban," kata Kepala Kepolisian Sektor Pulau Ende Ajun Inspektur Satu (Aiptu), Sahar Adam, Sabtu, di Ende.

Idris pergi melaut pada hari Selasa (2/2) sore dengan menggunakan sampan. Saat itu korban mengajak keponakannya, Yamani Musa (26).

Keduanya kemudian memutuskan pulang kembali akibat cuaca buruk, sekitar pukul 01.00, Rabu dini hari. Berhubung kondisi laut tak mendukung saat itu, Idris kemudian mengajak Yamani tidur dulu di dalam kapal ikan milik warga setempat yang sedang berlabuh. Sementara sampan mereka disandarkan di samping kapal ikan tersebut.

Namun saat Yamani terbangun pada pukul 02.00, korban yang semula tidur di sampingnya sudah tidak ada di tempatnya. Yang tertinggal hanya pakaian korban.

Yamani lalu memutuskan pulang ke rumah korban untuk mengecek apakah korban sudah lebih dulu tiba di rumah. Namun saat Yamani hendak menggunakan sampan ke darat, ternyata sampan pun sudah berada sekitar 1,5 kilo meter (km) dari posisi semula, yaitu berada di perairan pelabuhan rakyat, Metinumba. Yamani pun terpaksa ke darat dengan berenang dari kapal ikan itu. Akan tetapi setelah dicek korban ternyata belum pulang ke rumah.

Menurut Sekretaris Camat Pulau Ende, Usman Husen yang turut meminta keterangan Yamani, yang bersangkutan mengemukakan, bahwa tak biasanya korban melaut bersamanya. Bahkan saat diajak melaut sebenarnya Yamani menolak, tapi korban tetap memaksa Yamani untuk ikut serta.

Dari mitos yang diyakini warga setempat, dimungkinkan korban menghilang karena disembunyikan oleh penjaga atau penunggu laut, maupun penjaga daratan.

Pihak keluarga yang masih berupaya mencari sampai Sabtu siang belum juga berhasil menemukan korban. kompas.com