| Tragedi Berdarah di Bima |
Oleh Primus Dorimulu ![]() Syaiful dan Arif Rachman, anggota Front Rakyat Anti Tambang (FRAT), tewas mengenaskan diterjang timah panas aparat Kepolisian, Sabtu (24/12) pagi, saat keduanya bersama warga Bima memblokade Pelabuhan Sape. Aksi demo warga setempat yang menolak tambang emas disambut dengan senjata api. Ratusan warga yang digebuk dengan popor senjata dan tongkat kini masih dirawat di rumah sakit. Tragedi Bima menambah panjang daftar pelanggaran aparat terhadap hak asasi manusia. Para petugas di lapangan yang terdiri atas anggota Polres Bima dan Brimob tidak bisa kita salahkan begitu saja. Mereka melaksanakan perintah atasan agar arus lalu lintas di Pelabuhan Sape kembali lancar. Perintah pimpinan Kepolisian Bima bisa juga kita pahami. Blokade pelabuhan menghambat lalu lintas barang dan orang. Jika dibiarkan, aksi demo yang sudah memasuki hari keenam itu akan menghambat pembangunan. Petugas lapangan yang stress karena kelelahan gampang terprovokasi, sehingga senjata api pun mudah "menyalak". Banyak pembenaran yang bisa disusun pihak Kepolisian untuk membela diri. |
| Read more text |
Berita Utama
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Login Form

Statistics
OS : Linux sPHP : 5.2.6-1+lenny13
MySQL : 5.0.51a-24+lenny5
Time : 03:27
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Content View Hits : 2672949









Holding-holding negara tetanga seperti Temasek holding, Singapore Technology, Kappel, sembawang dari singapura serta Guthrie dari Malaysia dikenal sukses menjalankan konsep holding untuk perusahaan nasional-nya. Yang lebih dasyat lagi, berapa dari holding raksasa tersebut sukses mencaplok aset-aset perusahan swasta Indonesia yang pernah nongkrong di BPPN, termasuk BUMN yang di privatisasi.
Diakhir tahun 2011 yang lalu, ada sederet panjang peristiwa kekerasan yang memilukan bangsa ini. Dari peristiwa Masuji-Sumatera Selatan hingga petaka berdarah yang terjadi di Bima-Nusa Tenggara Barat (NTB). Peristiwa demi peristiwa ini, seakan menggambarkan defisitnya takaran nilai kemanusiaan Bangsa ini.